Pelibatan Keluarga
Pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian

Pelibatan Keluarga Pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian

Pelibatan Keluarga Pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian

Kehidupan Era Kekinian

Zaman modern  seperti sekarang ini memang memudahkan kita dalam mencari suatu informasi yang berguna bagi kehidupan sehari-hari. Di era kekinian ini kita juga dapat menjalin hubungan sosial dengan orang lain melalui sebuah gadget, namun bahaya masih saja menghantui kita saat berada di dunia maya, kenapa ? karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita, banyak orang-orang yang ahli dibidang it sehingga dapat mengancam keamanan data kita. Namun semua hal ini tentu memiliki beberapa keuntungan dan kekurangan.

Dampak Positif Yang Timbul

Dampak positif yang timbul ketika berada di era kekinian yaitu, informasi mudah sekali untuk didapatkan, komunikasi sangat mudah terjalin secara instan, bertransaksi secara cepat tanpa menungga berjam-jam. Jika dilihat dampak positif nya, memang sangat membantu sekali keberadaan internet dan tekonologi lainnya, namun bukan hanya dampak positif yang muncul ketika kita menggunakan semua teknologi yang ada pada era kekinian.

Dampak Negatif Yang Timbul

Dampak negatif yang ditimbulkan yaitu, P*rnografi, Penipuan, bahkan Bullying pun bisa saja terjadi. Maka para orangtua harus berperan aktif dalam mendidikan dan menjaga anak-anak nya di era kekinian ini, jika tidak maka segalah hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi. Mungkin beberapa orangtua tidak menganggap ini semua penting, ada juga beberapa orangtua yang berpikir ini semua penting. Intinya orangtua harus selalu menjaga buah hatinya dari dampak negatif ini, apalagi yang anaknya masih kecil atau remaja, itu sangat tidak baik untuk perkembangan mentalnya.

Pelibatan Keluarga Pada Penyelenggaraan Pendidikan Era Kekinian

Pelibatan Keluarga Pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian4

Tantangan dalam pendidikan Media digital merupakan salah satu sarana penyebarluasan informasi yang berkembang pesat saat ini. Internet kini menjadi sumber utama mendapatkan informasi bahkan mengalahkan surat kabar. Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peran penting dalam pendidikan anak. Pelibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan perlu ditingkatkan sehingga akan mendukung terwujudnya ekosistem pendidikan yang aman,nyaman dan menyenangkan bagi tumbuh kembang anak.

Hal ini didukung oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 30 Tahun 2017 tentang Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan tentangan dalam pendidikan anak di masa kini perlu disikapi bersama. Penyelenggaraan Pendidikan Era Kekinian sangatlah penting, apalagi pemerintah Republik Indonesia sudah memberi informasi mengenai perlunya keluarga terlibat dalam pendidikan anak-anak.

Fenomena kecenderungan global ditandai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia(APJII) 2016 menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia dari tahun ketahun semakin meningkat. Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2016 sekitar132,7 juta jiwa. Media yang digunakan sebagian besar adalah gawai, dengan jumlah pengguna sekitar 67,2 juta jiwa. Sebanyak 34 juta pelajar adalah pengguna internet.

Perkembangan teknologi dan komunikasi memberikan tantangan dalampendidikan anak di zaman sekarang. Besarnya jumlah pengguna internet dari kalangan pelajar perlu menjadi perhatian bagi dunia pendidikan. Berbagai konten terdapat dalam internet baik positif maupun negatif. Penyalahgunaan internet seperti mengakses konten negatif akan berpengaruh bagi tumbuh kembang anak.Selain itu, penyalahgunaan teknologi dan komunikasi juga dapat mengakibatkan berbagai permasalahan dalam perilaku anak misalnya kecanduan game, bullying,motivasi belajar yang menurun dan lain-lain.

Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan orangtua dalam mendidikan anak-anak :

1. Ajarkan Anak Bersosialisasi

Pelibatan Keluarga Pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian1

Sangatlah penting bersosialisasi di era digital ini, apalagi dengan adanya kecanduan game dapat menghilangkan rasa sosial yang ada didalam jiwa seseorang. Sungguh tidak baik jika seorang anak kecil tidak memiliki rasa sosial yang tinggi, maka dari itu ajarilah mereka dalam bersosialisasi. Dalam bersosialisasi juga harus diawasi, jangan biarkan anak-anak bergaul dengan orang-orang yang bermasalah. Hal ini dapat membawa pengaruh yang sangat tidak baik, bahkan anak-anak dapat terbawa arus mereka yang sering membuat masalah. Kita juga dapat memanfaatkan media sosial untuk mencari teman baru dari seluruh penjuru dunia, namun jangan terlalu percaya secara 100% terhadap akun media sosial karena bisa saja itu akun palsu, karena banyak kasus penculikan berawal dari media sosial.

2. Ajarkan Tanggung Jawab

Tanggung jawab dalam seseorang dapat membantu ia saat berada dalam sebuah masalah, maka dari itu ajarkanlah anak-anak rasa tanggung jawab yang besar, sehingga mereka dapat mandiri dalam menyelesaikan masalah apapun. Cara yang dapat di praktekan yaitu kerjakan PR dari sekolah setiap malam, hal ini dapat membuat anak-anak sadar akan tanggung jawab meraka sebagai murid. Cara kedua yang dapat diterapkan yaitu menyuruh anak-anak untuk membersihakan lingkungan kamar mereka sendiri, dengan cara seperti itu anak-anak pasti akan tumbuh rasa tanggung jawab walau harus terus dikembangkan di lingkungan yang lain, misalnya menjadi pemimpin di lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat, contoh nya menjadi ketua osis atau ketua karang taruna.

3. Ajarkan Anak Disiplin

Kedisiplinan menjadi hal yang sangat penting di dunia pendidikan, karena kedisiplinan dapat menjadi tolak ukur seseorang dalam menghadapi sesuatu. Biasakan anak-anak untuk pulang tepat waktu, karena itu dapat melatih kedisiplinan. Banyak hal yang dapat melatih kedisiplinan, misalnya bangun pagi, masuk sekolah tepat waktu, pulang tepat waktu, selalu tepat janji, tidak melanggar peraturan sekolah, dan lain-lain. Maka para orangtua harus memperhatikan kedisiplinan anak-anak, jika tidak sudah banyak terjadi di Indonesia hasil dari ketidak disiplinan akan sekolah, yaitu maraknya tawuran terjadi antar sekolah. Tawuran ini meruapakan hasil dari ketidak disiplinan murid terhadap aturan yang ada, sehingga terjadilah kericuhan.

4. Dampingi Anak Belajar

Belajar melalui dunia digital sangatlah menarik, seperti belajar dari youtube, game, blog, dan lainnya. Namun alangkah lebih baik orangtua mendampingi anaknya ketika sedang belajar melalui platform digital khusunya umur dibawah 17 tahun. Kita tahu bahwa dunia digital menyimpan beberapa misteri yang dapat muncul secara tiba-tiba, contohnya ketika kita sedang membaca sebuah artikel disebuah blog informatif, namun seketika muncul sebuah iklan yang berbau p*ornografi. Hal ini sungguh sangat berbahaya jika anak-anak yang mengalami nya.

Kesimpulan

Untuk para orangtua yang memiliki anak dibawah 17 tahun sekiranya lebih menjaga dan mendidik anak-anak nya, jangan selalu menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah, karena pihak sekolah hanya mendidik anak sekitar 12 jam saja sisanya oleh orangtua yang dapat lebih mendidik secara maksimal dirumah. Sesuai dengan rencana pemerintah yang ingin adanya keterlibatan keluarga dalam pendidikan itu memang haruslah dilakukan, karena dapat membantu menghasilkan generasi yang lebih hebat dari segi apapun. Mungkin sekian artikel kali ini semoga bermanfaat untuk para orangtua yang sedang resah dengan kehidupan era kekinian. Oh iya jangan lupa untuk memposting artikel ini di media sosial kalian dengan #sahabatkeluarga.

refrensi : https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/index.php?r=tpost/xview&id=4634

PENULIS : BAGASRAGA